BERITA

APBN 2027 Fokus Hilirisasi, Pemerintah Targetkan 3,49 Juta Lapangan Kerja Baru

×

APBN 2027 Fokus Hilirisasi, Pemerintah Targetkan 3,49 Juta Lapangan Kerja Baru

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi pencari kerja. (Foto: Ist)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah menargetkan penciptaan 2,57 juta hingga 3,49 juta lapangan kerja baru pada 2027 melalui Rencana Kerja Pemerintah (RKP) sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

“Penciptaan lapangan kerja baru tahun 2027 ditargetkan mencapai 2,57 juta hingga 3,49 juta orang,” kata Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Wihadi Wiyanto dalam Rapat Paripurna DPR RI Ke-23 Masa Persidangan V di Jakarta, Kamis.

Dalam pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027, pemerintah dan DPR juga menyepakati target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,8-6,5 persen, dengan porsi lapangan kerja formal ditargetkan mencapai 40,81 persen.

Selain meningkatkan penciptaan lapangan kerja, kebijakan pada 2027 diarahkan untuk menurunkan tingkat pengangguran terbuka menjadi 4,30-4,87 persen sekaligus memperkuat kualitas pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga  Pemerintah Percepat Digitalisasi Kopdes Merah Putih untuk Perkuat Ekonomi Rakyat

Wihadi mengatakan kebijakan fiskal dalam APBN 2027 akan difokuskan untuk memperkuat hilirisasi dan industrialisasi nasional sebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas kesempatan kerja.

Untuk mencapai sasaran tersebut, pemerintah menetapkan delapan Klaster Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN).

Salah satu klaster utama adalah hilirisasi dan industrialisasi yang ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, memperkuat daya saing industri nasional, serta menciptakan lebih banyak lapangan kerja.

Selain itu, pemerintah juga memprioritaskan sektor pendidikan guna meningkatkan produktivitas sumber daya manusia agar sesuai dengan kebutuhan dunia industri.

Menurut Wihadi, keberhasilan program hilirisasi tidak hanya bergantung pada pembangunan industri, tetapi juga memerlukan sinergi kebijakan lintas sektor.

Baca Juga  Pemerintah Fokus Transformasi Digital UMKM Agar Tak Tertinggal Produk Global

Karena itu, penyusunan PKPN mempertimbangkan karakteristik wilayah, potensi daerah, kebutuhan pembangunan, isu strategis, serta kesiapan masing-masing daerah agar implementasinya berjalan lebih efektif.

Banggar DPR menilai arah pembangunan yang berfokus pada hilirisasi, investasi, dan penciptaan lapangan kerja akan menjadi fondasi dalam penyusunan RAPBN Tahun Anggaran 2027. (rdr/ant)