PEKANBARU, RADARSUMBAR.COM – Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Kementerian Kehutanan (Kemenhut), mencatat akumulasi luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau sepanjang semester I 2026 mencapai 15.477,9 hektare, dengan sebagian besar terjadi di lahan gambut.
Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto mengatakan data tersebut merupakan hasil perhitungan dan analisis citra satelit yang dilakukan secara kolaboratif oleh Kementerian Kehutanan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) untuk periode 1 Januari hingga 30 Juni 2026.
“Berdasarkan karakteristik tanahnya, kebakaran masih didominasi oleh wilayah lahan gambut dengan rincian luas mencapai 14.227,3 hektare dan tanah mineral seluas 1.250,7 hektare,” kata Ferdian dalam keterangan yang diterima di Pekanbaru, Jumat.
Berdasarkan sebaran wilayah, Kabupaten Bengkalis menjadi daerah dengan luas karhutla terbesar, yakni 8.239,5 hektare. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Pelalawan dengan 4.582,0 hektare.
Karhutla juga tercatat terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir seluas 956,6 hektare, Kota Dumai 607,1 hektare, Kabupaten Rokan Hilir 289,6 hektare, dan Kabupaten Siak 281,1 hektare.
Sementara itu, luas karhutla di Kabupaten Kepulauan Meranti mencapai 199,3 hektare, Kabupaten Kuantan Singingi 103,1 hektare, Kabupaten Kampar 90,1 hektare, serta Kabupaten Indragiri Hulu 80,7 hektare.
Adapun wilayah dengan akumulasi karhutla terkecil selama periode tersebut adalah Kabupaten Rokan Hulu seluas 40,5 hektare dan Kota Pekanbaru 8,4 hektare.
Ferdian mengatakan besarnya luasan karhutla tersebut harus menjadi perhatian bersama untuk memperkuat upaya pencegahan dan meningkatkan respons dini terhadap kejadian kebakaran.
“Kembali lagi tentunya ini bukan hanya masalah angka, namun perlu menjadi perhatian dan pembelajaran penting agar semua bahu membahu untuk terus mencegah karhutla dan merespons sedini mungkin apabila terjadi karhutla di wilayahnya,” ujarnya. (rdr/ant)











