BERITA

Hari Anak Nasional 2026, Kemendikdasmen Dorong Anak Lebih Aktif Bermain tanpa Gawai

×

Hari Anak Nasional 2026, Kemendikdasmen Dorong Anak Lebih Aktif Bermain tanpa Gawai

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi anak. (Foto: Ist)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengajak masyarakat menghidupkan kembali budaya bermain langsung bagi anak-anak serta mengurangi penggunaan gawai, sebagai bagian dari peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026.

Direktur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kemendikdasmen Kurniawan mengatakan peringatan HAN bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.

“Pemenuhan hak dan perlindungan anak tidak dapat dilakukan sendirian. Diperlukan kerja sama lintas sektor agar setiap anak benar-benar terlindungi, terdidik, dan tumbuh dalam lingkungan yang sehat,” ujar Kurniawan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.

Dalam rangkaian HAN 2026, Kemendikdasmen menghadirkan berbagai kegiatan yang mendorong anak belajar melalui pengalaman langsung, seperti eksplorasi alam, menjadi ilmuwan cilik, bermain peran, hingga membuat kincir angin dan layang-layang.

Baca Juga  Seleksi PPG Calon Guru 2026 Resmi Dibuka, Simak Syarat dan Jadwalnya

Kegiatan tersebut dapat diikuti peserta didik jenjang PAUD hingga SD kelas rendah. Sementara peserta didik SD kelas tinggi hingga SMA diajak mengenal kembali berbagai permainan tradisional, seperti gasing, rangku alu, congklak, egrang batok, bakiak, hingga membuat perahu jong.

Menurut Kurniawan, seluruh aktivitas tersebut dirancang untuk menstimulasi perkembangan fisik, sosial, emosional, dan kognitif anak melalui kegiatan bermain, berkreasi, serta berinteraksi secara langsung.

Rangkaian kegiatan itu juga menjadi bagian dari kampanye penerapan Surat Edaran (SE) Mendikdasmen Nomor 18 Tahun 2026 tentang Pembatasan Penggunaan Gawai di Lingkungan Satuan Pendidikan.

Kurniawan menjelaskan kebijakan tersebut bertujuan menjaga kesehatan fisik anak, memperkuat kemampuan bersosialisasi, serta mendukung perkembangan kognitif dan emosional melalui interaksi yang lebih bermakna.

Baca Juga  Kemendikdasmen Salurkan 1.476 Buku ke Sekolah Terdampak Bencana di Solok

Ia menegaskan pembatasan penggunaan gawai di sekolah bukan berarti menolak pemanfaatan teknologi, melainkan upaya menciptakan keseimbangan antara penggunaan teknologi dan pengalaman belajar secara langsung.

“Permainan langsung dan interaksi antarsesama adalah cara terbaik anak belajar. Pembatasan gawai di sekolah bukan larangan mutlak, melainkan upaya memastikan anak lebih banyak berinteraksi nyata, bukan hanya melalui layar,” ujar Kurniawan.

Peringatan HAN 2026 digelar di Tugu Daun Sirih Emas, Alun-alun Gurindam Tepi Laut, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, dengan mengusung tema “Semua Setara Riang Bersama”.

Dalam rangkaian acara tersebut, Kemendikdasmen menghadirkan Main Raya Anak Nusantara, sebuah ruang bermain yang memadukan permainan tradisional, aktivitas berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics), serta eksplorasi alam sebagai pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak. (rdr/ant)