PENDIDIKAN

Kemendikdasmen Siapkan Pendidikan Jarak Jauh Nasional, Sasar Jutaan Anak Tidak Sekolah

×

Kemendikdasmen Siapkan Pendidikan Jarak Jauh Nasional, Sasar Jutaan Anak Tidak Sekolah

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Sekolah Dasar (SD). (Foto: Ist)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) sebagai salah satu strategi menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) yang hingga Juni 2026 masih mencapai sekitar 4 juta anak.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq mengatakan sekitar 54 persen dari total ATS merupakan anak yang belum pernah bersekolah. Sementara sisanya adalah anak putus sekolah dan anak yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

“Kami punya perhatian besar untuk mengatasi persoalan yang sudah lama menjadi perhatian bersama, yaitu masih tingginya angka ATS. Dalam lima hingga enam tahun terakhir, penurunan angka ATS tidak signifikan. Kalau melihat data Susenas BPS 2020, angkanya hampir sama dengan kondisi hari ini,” kata Fajar dalam Taklimat Media Pendidikan Jarak Jauh di Jakarta, Kamis.

Baca Juga  Pemerintah Pastikan Tak Ada PHK Massal 237 Ribu Guru Non-ASN hingga Akhir 2026

Menurut Fajar, penanganan ATS menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2026.

Peraturan tersebut mengelompokkan ATS ke dalam tiga kategori, yakni anak yang tidak pernah bersekolah, anak putus sekolah, dan anak yang tidak melanjutkan pendidikan.

Untuk menjangkau kelompok tersebut, Kemendikdasmen menyiapkan model baru penyelenggaraan PJJ, termasuk memperbarui regulasi dan tata kelola pelaksanaannya.

“Sejak tahun lalu Pak Menteri meminta kami mencari model baru pengembangan sistem PJJ. Kami sudah melakukan piloting dan mulai 3 Agustus 2026 akan dilaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) secara serentak untuk peserta didik PJJ,” ujarnya.

Pada tahap awal, program PJJ bagi ATS akan melibatkan 132 satuan pendidikan di berbagai daerah sebagai sekolah penyelenggara.

Baca Juga  Hari Anak Nasional 2026, Kemendikdasmen Dorong Anak Lebih Aktif Bermain tanpa Gawai

“Kami memperluas skala penyelenggaraan. Kalau perluasan ini berhasil, insya Allah tahun depan dilakukan secara nasional,” kata Fajar. (rdr/ant)