JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan siap menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengolah batu bara menjadi bensin.
“Kami sebagai Menteri ESDM akan menindaklanjuti setiap perintah dan arahan Bapak Presiden terkait dengan optimalisasi dalam rangka meningkatkan ketahanan energi dengan memakai sumber energi dalam negeri,” ujar Bahlil ketika ditemui di sela-sela acara Donor Darah Ditjen Minerba di Jakarta, Senin.
Bahlil menyampaikan arahan Prabowo untuk membuat gas atau minyak dari batu bara berangkat dari kondisi geopolitik yang tidak menentu.
Menurut dia, arahan Presiden Prabowo tersebut merupakan upaya mengoptimalkan seluruh potensi energi yang ada di Indonesia.
“Salah satu di antaranya adalah energi alternatif dari batu bara. Sekarang teknologinya itu sudah canggih, di mana batu bara yang low calorie (kalori rendah) itu bisa menghasilkan gas maupun minyak,” kata Bahlil.
Pemanfaatan batu bara untuk diolah menjadi minyak telah dilakukan di sejumlah negara.
Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno menyampaikan Jerman Timur pernah memanfaatkan teknologi coal to liquid atau pencairan batu bara untuk mengolah batu bara menjadi minyak.
Minyak yang dihasilkan dari batu bara tersebut, lanjut Tri, kemudian digunakan sebagai bahan bakar tank.
“Terus kemudian kita melihat Afrika Selatan. Dulu dia kena politik Apartheid, terus dilarang oleh negara-negara lain, maka dia mencairkan batu bara Sasol (perusahaan energi dan kimia di Afrika Selatan) itu sampai sekarang. Kira-kira 300 ribu barel per hari. Jadi memang sudah ada kalau (mencairkan batu bara menjadi bensin) itu,” kata Tri.
Meski demikian, Tri mengatakan pihaknya masih mengevaluasi kerja sama teknologi serta potensi batu bara Indonesia untuk diolah menjadi minyak.
“Nanti beberapa sedang dievaluasi lah,” kata Tri.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya kemandirian pangan dan energi sebagai fondasi agar Indonesia mampu berdiri di atas kekuatan sendiri dan tidak bergantung pada negara lain.
Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri resepsi kesyukuran 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9).
Dalam sambutannya, Prabowo mengatakan pemerintah telah berhasil membuat solar dan bensin dari kelapa sawit serta akan mengembangkan bensin dari batu bara.
“Sudah berhasil bikin solar dari kelapa sawit dan sudah bisa membikin bensin dari kelapa sawit. Dan, kita juga nanti akan bikin juga, bensin dari batu bara,” kata Prabowo. (rdr/ant)












