BERITA

Stok BBM hingga Minyak Mentah Aman, Pemerintah Klaim Energi Nasional Stabil

×

Stok BBM hingga Minyak Mentah Aman, Pemerintah Klaim Energi Nasional Stabil

Sebarkan artikel ini
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (dok. Biro Pers Sekretariat Presiden)
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (dok. Biro Pers Sekretariat Presiden)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan cadangan energi nasional, mulai dari bahan bakar minyak (BBM) hingga minyak mentah (crude), berada di atas standar minimum nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan usai rapat terbatas dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin.

“Saya melaporkan perkembangan energi nasional. Baik BBM, solar maupun bensin, seluruhnya berada di atas standar minimum nasional,” ujar Bahlil.

Ia menjelaskan, ketahanan energi Indonesia tetap stabil meski menghadapi tekanan geopolitik di kawasan Timur Tengah, termasuk situasi di Selat Hormuz dalam dua bulan terakhir.

“Dalam hampir dua bulan terakhir, dinamika geopolitik di Timur Tengah tidak mengganggu pasokan domestik secara signifikan,” katanya.

Baca Juga  Hingga September 2022, Capaian KB di Sumbar masih Rendah

Selain BBM, stok minyak mentah untuk kebutuhan kilang juga dilaporkan dalam kondisi aman dan masih berada di atas batas minimum.

Terkait konsumsi liquefied petroleum gas (LPG), pemerintah tengah mencari langkah untuk mengurangi ketergantungan impor. Saat ini, konsumsi LPG nasional mencapai sekitar 8,6 juta ton per tahun, sementara produksi domestik baru sekitar 1,6–1,7 juta ton.

Bahlil mengungkapkan Indonesia masih mengimpor sekitar 7 juta ton LPG per tahun sejak kebijakan konversi minyak tanah diberlakukan. Keterbatasan bahan baku seperti propana (C3) dan butana (C4) menjadi kendala utama pengembangan industri LPG dalam negeri.

Sebagai solusi jangka panjang, pemerintah mengkaji sejumlah alternatif, termasuk konversi batu bara berkalori rendah menjadi dimethyl ether (DME) serta pemanfaatan compressed natural gas (CNG).

Baca Juga  Unjuk Rasa Tolak Kenaikan BBM di DPRD Sumbar, Polresta Padang Siapkan Rekayasa Lalulintas

“Ini masih dalam pembahasan dan akan kami finalisasi. Ini menjadi salah satu alternatif untuk mendorong kemandirian energi, khususnya sektor LPG,” ujar Bahlil. (rdr/ant)