JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan kendala pasokan batu bara dengan spesifikasi kalori menengah (medium rank) untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) telah terselesaikan.
“Sekarang, batu bara semua sudah on progress, jadi enggak ada masalah lagi,” ujar Bahlil usai meresmikan Mini LNG Plant PT Sumber Aneka Gas di Tuban, Jawa Timur, Kamis.
Pernyataan tersebut merespons persoalan keterbatasan pasokan batu bara dengan spesifikasi sekitar 5.200 kcal per kilogram gross as received (GAR) yang dibutuhkan pembangkit milik PT PLN (Persero).
Sebelumnya, kendala pasokan batu bara dengan spesifikasi tersebut sempat memengaruhi operasional sejumlah PLTU dan berdampak pada gangguan layanan kelistrikan di beberapa wilayah.
Untuk mencegah persoalan serupa terulang, Bahlil mengatakan telah membentuk tim khusus yang bertugas mengawasi proses pengadaan batu bara bagi PLN.
Menurut dia, persoalan pasokan batu bara bukan kali pertama terjadi. Kasus serupa juga pernah dialami pada 2022 sehingga diperlukan pengawasan yang lebih ketat terhadap rantai pasok guna menjaga ketahanan energi nasional.
Senada dengan Bahlil, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo memastikan pasokan batu bara yang sesuai dengan spesifikasi kebutuhan PLTU kini telah berjalan lancar.
“Pasokan energi primer (batu bara) yang sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan oleh pembangkit kami berjalan dengan lancar,” kata Darmawan, Senin (22/6).
Ia menambahkan, membaiknya pasokan energi primer turut mendukung proses pemulihan sistem kelistrikan di Pulau Jawa yang kini berlangsung secara bertahap.
Ke depan, PLN akan memperkuat tata kelola rantai pasok batu bara sekaligus meningkatkan keandalan pembangkit agar sistem kelistrikan di Pulau Jawa tetap terjaga dan semakin andal. (rdr/ant)











