GUNUNGSITOLI, RADARSUMBAR.COM — Musibah kebakaran hebat yang melanda kawasan Lingkungan I, Kelurahan Pasar, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, Kamis (9/4/2026) sore, meninggalkan duka mendalam.
Sedikitnya 17 unit rumah toko (ruko) hangus dilalap api, memaksa para pemiliknya kehilangan tempat usaha sekaligus sumber penghidupan dalam waktu singkat.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 17.45 WIB itu dengan cepat membesar. Material mudah terbakar seperti kayu, kain, plastik, sepatu, dan berbagai aksesoris mempercepat rambatan api dari satu bangunan ke bangunan lain.
Dalam hitungan waktu, kobaran api menjelma menjadi bencana yang sulit dikendalikan. Tokoh masyarakat Nias, Yusman Dawolo, atau yang akrab disapa Bang YD, turut menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tersebut.
Ia menilai, musibah ini bukan sekadar peristiwa kebakaran, melainkan ujian berat bagi para pelaku usaha kecil yang menggantungkan hidupnya dari aktivitas di ruko-ruko tersebut.
“Turut prihatin atas kebakaran yang terjadi di Gunungsitoli. Semoga saudara-saudara kita yang terdampak diberikan kesabaran, kekuatan, serta digantikan dengan rezeki yang lebih baik oleh Tuhan Yang Maha Kaya,” ungkapnya dengan penuh empati, Jumat (10/4/2026).
Di tengah duka yang dirasakan masyarakat, Yusman juga mengapresiasi kerja keras tim pemadam kebakaran yang telah berupaya maksimal memadamkan api.
Namun, ia menilai adanya keterbatasan sarana dan prasarana menjadi salah satu faktor yang memperlambat penanganan di lapangan.
Sebagai bentuk kepedulian sekaligus solusi konstruktif, Yusman menyoroti pentingnya penguatan sistem pemadam kebakaran di Kota Gunungsitoli.
Ia mengusulkan penambahan armada secara signifikan guna meningkatkan kecepatan dan efektivitas respons saat terjadi bencana serupa.
“Saya melihat kebutuhan armada pemadam di Gunungsitoli perlu ditingkatkan. Idealnya bisa ditambah hingga tiga kali lipat dari kondisi saat ini, termasuk pengadaan minimal dua unit ladder tower truck untuk penanganan kebakaran di bangunan bertingkat,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia juga mendorong pemerataan fasilitas pemadam kebakaran hingga ke tingkat kecamatan. Menurutnya, setiap kecamatan setidaknya harus memiliki dua unit kendaraan pemadam agar respons awal bisa dilakukan dengan cepat sebelum api meluas.
“Langkah ini penting agar setiap kejadian bisa ditangani sejak dini. Jangan sampai api sudah besar baru kita mampu bergerak optimal,” tambahnya.
Yusman menegaskan bahwa ini adalah usulan yang membangun, sebagai bentuk tanggung jawab moral sebagai bagian dari masyarakat yang menginginkan sistem perlindungan publik yang lebih baik.
Terlebih, memasuki musim panas, potensi kebakaran cenderung meningkat dan membutuhkan kesiapsiagaan yang lebih tinggi.
Musibah ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap bencana, terdapat pelajaran berharga tentang pentingnya kesiapan, solidaritas, dan kepedulian bersama.
Harapannya, langkah-langkah perbaikan dapat segera diwujudkan, sehingga kejadian serupa tidak lagi menimbulkan dampak sebesar yang dirasakan hari ini. (rdr-tanhar)










