DAERAH

Pembangunan Desa Adalah Kunci: BPS Gunungsitoli Dorong Desa Cantik dan Sensus Ekonomi 2026

×

Pembangunan Desa Adalah Kunci: BPS Gunungsitoli Dorong Desa Cantik dan Sensus Ekonomi 2026

Sebarkan artikel ini

GUNUNGSITOLI, RADARSUMBAR.COM —  Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Gunungsitoli menegaskan pentingnya data akurat sebagai fondasi pembangunan desa melalui Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) dan persiapan Sensus Ekonomi 2026.

Kedua agenda ini dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat kebijakan publik yang tepat sasaran serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Kepala BPS Kota Gunungsitoli, Elijoi Naibaho, SST., M.Stat., menegaskan desa kini memegang peran sentral dalam pembangunan nasional. Karena itu, penguatan kapasitas desa dalam mengelola data harus menjadi prioritas bersama.

“Desa saat ini bukan lagi sekadar objek pembangunan, tetapi sudah menjadi subjek utama yang menentukan arah kemajuan daerah.”

“Melalui Program Desa Cantik dan Sensus Ekonomi 2026, kami ingin memastikan setiap kebijakan lahir dari data yang akurat, sehingga manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Elijoi Naibaho, Rabu (15/4/2026).

Baca Juga  PTPN Regional 4 & P3RI Fasilitasi Penyerahan Kematian Ahli Waris

Menurutnya, Program Desa Cantik akan meningkatkan literasi statistik aparatur desa, memperbaiki tata kelola data, serta mendorong lahirnya agen statistik desa.

Dengan sistem data yang baik, penyaluran bantuan, pelayanan publik, hingga perencanaan pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan transparan.

Selain itu, BPS Gunungsitoli juga terus mematangkan persiapan Sensus Ekonomi 2026. Pendataan akan mencakup seluruh kegiatan usaha, mulai dari skala besar hingga UMKM.

Caranya dengan menghimpun informasi seperti nama usaha, alamat, Nomor Induk Berusaha (NIB), bentuk badan usaha, penanggung jawab, produk utama, hingga kategori usaha berdasarkan KBLI.

Elijoi menilai hasil sensus akan menjadi pijakan penting bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan ekonomi, termasuk membuka peluang pengembangan UMKM di Gunungsitoli.

Dukungan terhadap agenda tersebut juga datang dari Pemerintah Kota Gunungsitoli. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kota Gunungsitoli Mario Otomosi Zebua, turut mendampingi Kepala Bidang Persandian dan Statistik Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Gunungsitoli, Gusti Nella Resna Dakhi termasuk Gunungsitoli Barat, Medianus Zebua, dalam kegiatan pembinaan dan sosialisasi tersebut.

Baca Juga  PTPN IV Regional 4 Raih Award Orang Tua Asuh Stunting BKKBN

Kehadiran unsur pemerintah daerah itu menunjukkan komitmen kuat untuk mempercepat pembangunan desa berbasis data. Sinergi antara BPS, PMD, kecamatan, dan pemerintah desa dinilai akan menjadi faktor penting dalam menyukseskan Program Desa Cantik maupun Sensus Ekonomi 2026.

BPS optimistis kolaborasi lintas sektor tersebut mampu menjawab tantangan wilayah kepulauan, mulai dari akses antarwilayah, jaringan komunikasi, hingga peningkatan literasi data masyarakat.

Dengan dukungan semua pihak, kualitas data Gunungsitoli diharapkan semakin kuat dan berdampak langsung bagi kesejahteraan warga. (rdr)