AGAM

DAK Rp800 Juta Digelontorkan untuk Dongkrak Wisata Museum Buya Hamka

×

DAK Rp800 Juta Digelontorkan untuk Dongkrak Wisata Museum Buya Hamka

Sebarkan artikel ini
Museum Kelahiran Buya Hamka. (Foto: Ist)

LUBUKBASUNG, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, memperoleh Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp800 juta dari Kementerian Kebudayaan pada 2026 untuk mendukung peningkatan kunjungan ke Museum Kelahiran Buya Hamka.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agam, Andri, didampingi Kepala Bidang Kebudayaan Alfriandri, Selasa, mengatakan anggaran tersebut akan dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan edukasi dan kebudayaan di kawasan museum.

“Dana ini akan digunakan untuk kegiatan belajar bersama siswa dari kabupaten dan kota tetangga, pembinaan kesenian, serta program ‘tilas jejak’ Buya Hamka,” ujarnya.

Baca Juga  Pemkab Agam Terbitkan 1.116 Dokumen Kependudukan Korban Banjir Bandang

Ia menjelaskan, pada tahun sebelumnya Pemkab Agam menerima DAK sebesar Rp1 miliar, namun realisasi anggaran hanya mencapai Rp600 juta. Sisanya tidak dapat digunakan akibat bencana banjir bandang, longsor, dan banjir yang melanda daerah tersebut.

“Kegiatan sudah direncanakan pada November 2025, namun pada waktu yang sama terjadi bencana sehingga pelaksanaannya terhambat,” katanya.

Andri menegaskan, alokasi DAK tersebut bertujuan meningkatkan kunjungan wisata ke Museum Kelahiran Buya Hamka.

Pada 2025, jumlah kunjungan tercatat mencapai sekitar 28 ribu orang, meningkat dibandingkan 23 ribu pengunjung pada tahun sebelumnya. Wisatawan mancanegara, khususnya dari Malaysia, menjadi penyumbang kunjungan terbanyak.

Baca Juga  Tim Gabungan Padamkan Kebakaran 8 Hektare Lahan Sawit di Agam

Selain program kegiatan, Pemkab Agam juga berencana mengembangkan fasilitas pendukung di kawasan museum, di antaranya pembangunan dermaga untuk memudahkan mobilisasi pengunjung, khususnya rombongan bus, mengingat akses jalan yang terbatas.

Pemerintah daerah juga merencanakan pembangunan mini teater sebagai sarana pertunjukan bagi pengunjung.

“Kami akan mengembangkan area sekitar museum karena keterbatasan lahan, dan perencanaannya sudah disiapkan,” ujarnya. (rdr/ant)