JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan pemerintah tengah mempercepat pembangunan 28.972 unit rumah hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana yang kehilangan tempat tinggal di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Rabu, mengatakan penyediaan hunian permanen tersebut diprioritaskan bagi warga yang rumahnya rusak berat, hanyut, atau berada di zona rawan bencana.
“Penyediaan hunian secara permanen ini menjadi langkah nyata pemerintah untuk memberikan kembali tempat tinggal demi kehidupan yang lebih baik pascabencana,” ujarnya.
Berdasarkan data BNPB, target pembangunan huntap di Aceh mencapai 18.354 unit. Sementara itu, di Sumatera Utara sebanyak 6.432 unit dan di Sumatera Barat 4.186 unit, yang saat ini masih dalam proses pembangunan sesuai usulan pemerintah kabupaten/kota setempat.
Abdul menjelaskan, huntap yang dibangun merupakan rumah tipe 36 yang dilengkapi dua kamar tidur, satu kamar mandi, dapur, serta taman kecil di bagian depan.
Untuk menjamin keamanan, lokasi pembangunan huntap dipastikan berada di wilayah bebas banjir dan longsor. Bangunan juga dirancang tahan gempa dengan material berkualitas seperti bata merah, pondasi batu kali, serta penguatan tulangan besi pada dinding.
“Struktur bangunan dibuat kokoh dengan material berkualitas, termasuk penggunaan lantai keramik untuk menjamin kebersihan dan kenyamanan penghuninya,” katanya.
Selain pembangunan hunian, BNPB bersama TNI, Polri, dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) juga melakukan perbaikan infrastruktur vital, termasuk normalisasi sungai dan perbaikan jembatan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mitigasi untuk mengantisipasi potensi bencana susulan di wilayah terdampak. (rdr/ant)











