PADANG

Kemenag Sumbar Gandeng Lembaga Zakat, Santuni Ratusan Anak Yatim dan Disabilitas

×

Kemenag Sumbar Gandeng Lembaga Zakat, Santuni Ratusan Anak Yatim dan Disabilitas

Sebarkan artikel ini
Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sumbar Edison menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah dan sembako. (Foto: Kemenag Sumbar)

PADANG, RADARSUMBAR.COM – Ratusan anak yatim dan penyandang disabilitas di Sumatera Barat menerima santunan dalam program Lebaran Yatim dan Disabilitas yang digelar bertepatan dengan bulan Muharram. Bantuan yang disalurkan berupa perlengkapan sekolah (school kit) bagi anak yatim dan paket sembako untuk penyandang disabilitas binaan Lembaga Amil Zakat (LAZ).

Program tersebut merupakan hasil kolaborasi Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sumatera Barat bersama Badan Amil Zakat (BAZ), Lembaga Amil Zakat (LAZ), dan Forum Organisasi Zakat (FOZ) Sumatera Barat.

Mewakili Kepala Kanwil Kemenag Sumatera Barat, Kepala Bagian Tata Usaha Edison mengapresiasi seluruh lembaga amil zakat yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh lembaga amil zakat yang telah mendukung kegiatan ini. Tanpa kerja sama dan kolaborasi yang kuat, tentu kegiatan yang sudah dimulai sejak pagi hari ini tidak akan terlaksana dengan baik,” ujar Edison.

Menurut Edison, program kemaslahatan yang dijalankan lembaga zakat telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama kelompok duafa, anak yatim, dan penyandang disabilitas.

Ia menegaskan semangat berbagi tidak boleh berhenti pada momentum Muharram semata. Kegiatan filantropi dan pemberdayaan masyarakat perlu dilakukan secara berkelanjutan agar manfaatnya semakin luas dirasakan.

Baca Juga  Wako Padang Belum Putuskan Status Tanggap Darurat Banjir

“Masih banyak persoalan yang perlu kita tangani bersama, mulai dari pembinaan sosial keagamaan, pemberdayaan ekonomi, hingga peningkatan kualitas hidup kelompok rentan,” katanya.

Karena itu, Kanwil Kemenag Sumatera Barat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai lembaga zakat dan organisasi filantropi dalam mengembangkan program-program kemaslahatan umat.

“Banyak hal yang bisa kita kerjasamakan. Bagaimana pengelolaan masyarakat duafa ini tidak hanya menyentuh aspek bantuan, tetapi juga pembinaan dan pemberdayaan. Rumahnya kita benahi, penghuninya juga kita bina,” ujarnya.

Edison menjelaskan, Kementerian Agama memiliki jaringan yang kuat hingga tingkat kecamatan dan nagari untuk memperluas jangkauan program pemberdayaan. Saat ini terdapat 179 Kantor Urusan Agama (KUA) dan lebih dari seribu penyuluh agama di Sumatera Barat yang dapat menjadi mitra strategis dalam pelaksanaan berbagai program sosial keagamaan.

Menurut dia, sinergi antara KUA, penyuluh agama, dan lembaga zakat akan membuat manfaat program semakin luas dirasakan masyarakat.

“Kami yakin kolaborasi ini dapat terus ditingkatkan. Nanti akan kita tindak lanjuti dalam bentuk kerja sama yang lebih intens dan terstruktur sehingga program-program kemaslahatan dapat berjalan lebih optimal,” katanya.

Baca Juga  Tribun Kafe di Kompleks GOR Haji Agus Salim Terbakar

Pada kesempatan tersebut, Edison juga mengapresiasi penyelenggaraan Lebaran Yatim tahun ini yang untuk pertama kalinya melibatkan penyandang disabilitas sebagai penerima manfaat utama.

Menurutnya, langkah tersebut mencerminkan komitmen menghadirkan layanan yang lebih inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Kalau dua tahun sebelumnya fokus pada anak yatim, tahun ini kita menggandeng penyandang disabilitas. Ini langkah yang sangat baik karena keduanya merupakan kelompok yang sama-sama membutuhkan dukungan, perhatian, dan akses yang lebih luas,” ujarnya.

Edison menambahkan, semangat inklusivitas dalam kegiatan tersebut sejalan dengan misi Kementerian Agama dalam mewujudkan masyarakat yang rukun, cerdas, dan maslahat menuju Indonesia Emas 2045.

Ia berharap lembaga amil zakat di Sumatera Barat terus berkembang, semakin inovatif, dan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.

“Kita doakan lembaga amil zakat di Sumatera Barat semakin kuat, semakin berkiprah, dan semakin banyak memberikan manfaat bagi para mustahik, kaum duafa, anak yatim, maupun penyandang disabilitas,” pungkasnya.

Kegiatan bertema “Pesan Inklusif dari Jiwa Anak untuk Negeri: Menebar Maslahat, Menguatkan Umat” itu juga dimeriahkan dengan berbagai lomba prestasi, seperti azan, tahfiz, pidato cilik (pidacil), serta lomba tahfiz khusus bagi penyandang disabilitas. (rdr)