EKONOMI

33,2 Juta KPM bakal Terima Bantuan Beras, Bapanas Ajukan Anggaran Rp17,52 Triliun

×

33,2 Juta KPM bakal Terima Bantuan Beras, Bapanas Ajukan Anggaran Rp17,52 Triliun

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi beras SPHP. (Foto: Ist)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp17,52 triliun kepada Kementerian Keuangan untuk menyalurkan program bantuan pangan beras kepada 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM) selama tiga bulan.

Sekretaris Utama (Sestama) Bapanas Sarwo Edhy mengatakan usulan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) tersebut saat ini masih dalam proses penyelesaian Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) sebelum program dapat dijalankan.

“Masih dalam proses DIPA. Kami sudah mengusulkan ABT ke Kementerian Keuangan. Yang diusulkan untuk bantuan pangan beras selama tiga bulan ke depan sebesar Rp17,52 triliun,” kata Sarwo kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.

Menurutnya, anggaran tersebut akan digunakan untuk menyalurkan bantuan pangan beras selama Agustus hingga Oktober 2026, setelah proses administrasi anggaran rampung.

Sarwo menegaskan alokasi Rp17,52 triliun hanya diperuntukkan bagi program bantuan beras dan tidak mencakup komoditas pangan lainnya.

Baca Juga  Bapanas: Stok Aman, Tak Ada Alasan Harga Minyakita Naik

“Anggaran bantuan pangan sudah disetujui Menteri Keuangan, hanya penyalurannya masih menunggu proses DIPA,” ujarnya.

Program tersebut ditujukan bagi 33,2 juta keluarga penerima manfaat sebagai bagian dari upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan dan daya beli masyarakat.

Sebelumnya, Bapanas memastikan sebanyak 997,2 ribu ton beras bantuan pangan tahap kedua siap disalurkan secara sekaligus (one shoot) mulai Agustus 2026 kepada sekitar 33,24 juta KPM.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan setiap keluarga akan menerima bantuan beras sebanyak 10 kilogram per bulan dengan alokasi untuk tiga bulan.

“Program bantuan pangan yang menjadi salah satu arahan Presiden Prabowo Subianto direncanakan mulai disalurkan secara sekaligus pada Agustus mendatang,” kata Ketut.

Baca Juga  Menko Perekonomian Sebut Transaksi Elektronik tak Dikenakan PPN 12 Persen

Ia menjelaskan penyaluran bantuan pangan tahap pertama telah terealisasi sekitar 99,7 persen. Sisanya sekitar 0,3 persen masih dalam proses distribusi di sejumlah wilayah, terutama Papua serta sebagian wilayah Sumatera dan Sulawesi.

Secara keseluruhan, bantuan pangan tahap pertama berhasil menyalurkan 664,88 ribu ton beras kepada 33,14 juta keluarga penerima manfaat. Jika digabungkan dengan target penyaluran tahap kedua sebesar 997,2 ribu ton, maka total bantuan beras sepanjang 2026 diperkirakan mencapai 1,66 juta ton.

Jumlah tersebut meningkat sekitar 133,83 persen dibandingkan realisasi penyaluran bantuan pangan sepanjang 2025 yang mencapai 710,78 ribu ton.

Ketut menambahkan, setelah DIPA diterbitkan, Kepala Bapanas akan segera menugaskan Perum Bulog untuk melaksanakan penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat. (rdr/ant)