BERITA

Mendes PDT Minta Kepala Daerah Cermat Identifikasi Potensi Desa

×

Mendes PDT Minta Kepala Daerah Cermat Identifikasi Potensi Desa

Sebarkan artikel ini
Mendes PDT Yandri Susanto. (Foto: Kemendes PDT)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, meminta kepala daerah cermat mengidentifikasi potensi wilayah masing-masing guna mendorong pembangunan desa.

Yandri, dikutip di Jakarta, Kamis, mengatakan Kementerian Desa dan PDT memiliki sejumlah program unggulan, seperti desa ekspor melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan pengembangan desa wisata.

“Di kami ada program desa ekspor BUMDes. Dari data yang ada, nanti akan ditentukan desa mana yang diprioritaskan untuk dibantu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pengembangan desa wisata bertujuan memberdayakan masyarakat agar dapat berperan langsung dalam mengelola potensi pariwisata di wilayahnya.

Baca Juga  Taliban Janji Tidak akan Balas Dendam kepada Rezim yang Lama

Selain itu, program desa wisata dinilai mampu meningkatkan posisi tawar desa, dari sekadar penyedia bahan baku menjadi produsen yang dapat menembus pasar global, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Yandri menegaskan, pihaknya juga berkomitmen memberikan pendampingan teknis bagi desa, khususnya di wilayah tertinggal, agar tidak berjalan sendiri dalam upaya pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Ia berharap potensi desa yang dilaporkan pemerintah daerah dapat dioptimalkan melalui berbagai program pengembangan desa yang dimiliki Kemendes PDT.

Baca Juga  Dorong Ekonomi Lokal, Menkeu Minta Pemda Simpan Dana Lebih di BPD

“Pengembangan potensi desa ini diharapkan mampu mendorong lahirnya kegiatan ekonomi baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Selain itu, Kemendes PDT telah menyiapkan 12 rencana aksi pembangunan desa, antara lain revitalisasi BUMDes, desa swasembada pangan, energi, dan air, serta hilirisasi produk unggulan desa.

Program lainnya meliputi pengembangan desa ekspor, penguatan peran pemuda pelopor desa, serta sinkronisasi program kementerian dan lembaga di desa. (rdr/ant)