LUBUKBASUNG, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam, Sumatera Barat, mulai mempercepat perbaikan 24 ruas jalan yang rusak akibat bencana hidrometeorologi dengan dukungan anggaran sebesar Rp54,46 miliar agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
“Kegiatan senilai Rp54,46 miliar tersebut bersumber dari Dana Transfer ke Daerah (TKD) dan digunakan untuk membiayai 24 paket pekerjaan,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Agam Ofrizon di Lubuk Basung, Sabtu.
Ia menjelaskan sejumlah ruas jalan yang akan diperbaiki antara lain Jalan Koto Alam–Pasar Batu Kambiang dengan anggaran Rp2,5 miliar, Jalan Padang Koto Gadang–Tompek Harapan Rp3 miliar, Jalan Simpang Kayu Pasak–Sikabau Rp2,5 miliar, Jalan Ladang Makmur–Tulang Gajah di Kecamatan Palembayan Rp3 miliar, Jalan Simpang Panta–Bateh Bukittinggi Rp11 miliar, serta Jalan Simpang Canduang–Simpang Bukik Batabuah Rp3,5 miliar.
Menurut Ofrizon, sebagian besar paket pekerjaan telah menyelesaikan dokumen perencanaan. Pekerjaan fisik dijadwalkan dimulai secara bertahap pada akhir Juli 2026 dan ditargetkan rampung pada akhir tahun.
Ia mengatakan percepatan pembangunan dilakukan sesuai arahan Bupati Agam agar proses persiapan dan pelaksanaan pembangunan infrastruktur yang didanai melalui TKD dapat berjalan lebih cepat sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Dinas PUTR Agam terus mengakselerasi seluruh tahapan administrasi dan teknis pembangunan serta rehabilitasi ruas jalan yang tersebar di berbagai kecamatan.
Percepatan pembangunan infrastruktur, lanjut Ofrizon, merupakan komitmen Pemkab Agam untuk meningkatkan kualitas jalan, memperlancar mobilitas masyarakat, memperkuat konektivitas antardaerah, mempercepat distribusi hasil pertanian, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Saya berharap dukungan dari seluruh masyarakat selama proses pekerjaan berlangsung,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat bersabar apabila selama proses pembangunan terjadi gangguan sementara, seperti pengalihan arus lalu lintas, perlambatan perjalanan, maupun aktivitas alat berat di sekitar lokasi pekerjaan.
Menurut dia, seluruh pekerjaan tersebut dilakukan untuk menghadirkan infrastruktur jalan yang lebih baik, aman, dan berkualitas bagi masyarakat. (rdr/ant)












