BERITA

Karhutla di Aceh Meluas, 60 Hektare Lahan di Nagan Raya Terbakar

×

Karhutla di Aceh Meluas, 60 Hektare Lahan di Nagan Raya Terbakar

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi kebakaran hutan. (Ilustrasi shutterstock.com)

ACEH, RADARSUMBAR.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagan Raya, Aceh, melaporkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Desa Kayee Unoe, Kecamatan Darul Makmur, dan Desa Babah Lueng, Kecamatan Tripa Makmur, telah meluas hingga mencapai sekitar 60 hektare.

“Dari total sekitar 60 hektare lahan yang terbakar, tim gabungan baru berhasil memadamkan sekitar 40 hektare. Sisanya masih dalam proses penanganan intensif karena api berpotensi terus meluas,” kata Kepala BPBD Nagan Raya, Irfanda Rinaldi, Kamis.

Untuk mempercepat penanganan, BPBD Nagan Raya telah mengerahkan dua unit pompa air portable ke sejumlah titik api yang sulit dijangkau.

Menurut Irfanda, laporan awal kebakaran diterima dari personel Pos Pemadam Darul Makmur pada Jumat (30/5). Namun, api diduga sudah mulai membakar kawasan tersebut sejak Kamis (29/5).

Baca Juga  Internet BAIK Series 8, Implementasi Prinsip ESG melalui Ruang Digital

Ia menjelaskan, petugas di lapangan menghadapi sejumlah kendala dalam upaya pemadaman. Cuaca panas ekstrem yang disertai angin kencang membuat api cepat menyebar ke area lain.

“Hembusan angin yang kencang di lokasi kejadian serta sangat terbatasnya sumber air bersih untuk menyuplai armada pemadam menjadi tantangan utama di lapangan,” ujarnya.

Upaya penanggulangan karhutla dilakukan secara terpadu oleh BPBD bersama personel Polres Nagan Raya dan Kodim 0116/Nagan Raya.

Tim gabungan terus berupaya mengendalikan kobaran api dengan membuat sekat agar tidak merembet ke wilayah permukiman warga.

BPBD Nagan Raya juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kondisi cuaca yang panas dan kering saat ini dinilai sangat rawan memicu kebakaran yang lebih luas.

Baca Juga  BNPB Minta Warga Sumatera-Kalimantan Rutin Pantau Kualitas ISPU

“Masyarakat diharapkan lebih waspada dan tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan karena berpotensi memperparah kondisi yang ada,” kata Irfanda. (rdr/ant)