ACEH, RADARSUMBAR.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan helikopter water bombing untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kabupaten Aceh Barat, Aceh.
“Hari ini, Senin (9/6), helikopter pengebom air melakukan dua tahap pengeboman, yakni sesi pagi hingga siang dan dilanjutkan siang hingga sore,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, Teuku Ronal, di Meulaboh, Senin malam.
Berdasarkan data BPBD Aceh Barat, karhutla tersebar di empat kecamatan. Di Kecamatan Bubon, kebakaran terjadi di Desa Berawang seluas 15 hektare dan Desa Kuta Padang Layung seluas 10 hektare.
Selanjutnya di Kecamatan Johan Pahlawan, kebakaran melanda Desa Lapang seluas satu hektare dan Desa Seuneubok sekitar 0,5 hektare. Kemudian di Kecamatan Arongan Lambalek, kebakaran terjadi di Desa Gunong Pulo seluas satu hektare, serta di Kecamatan Meureubo tepatnya di Desa Ujong Tanoh Darat seluas 1,6 hektare.
Menurut Teuku Ronal, helikopter water bombing milik BNPB telah mulai beroperasi di Aceh Barat sejak Minggu (8/6).
Pengerahan helikopter dilakukan untuk mempercepat pemadaman api di lokasi yang sulit dijangkau tim darat, termasuk kawasan berbukit dan lahan gambut.
Selain memadamkan titik api, pengeboman air juga bertujuan menurunkan suhu di area terbakar, mencegah api meluas, mengurangi kabut asap, serta memudahkan petugas darat melakukan pemadaman lanjutan.
Di samping operasi water bombing, BNPB juga terus melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna memicu hujan buatan sebagai bagian dari upaya pengendalian karhutla.
“Hingga saat ini kondisi karhutla di Kabupaten Aceh Barat telah berhasil tertangani sekitar 70 persen berkat kombinasi penanganan darat dan udara,” kata Teuku Ronal.
BPBD Aceh Barat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi munculnya titik api baru agar dapat ditangani sedini mungkin. (rdr/ant)











