PARIAMAN

Pemko Pariaman Gandeng Telkomsel untuk Data Kunjungan Tabuik yang Lebih Akurat

×

Pemko Pariaman Gandeng Telkomsel untuk Data Kunjungan Tabuik yang Lebih Akurat

Sebarkan artikel ini
Foto udara dua tabuik menjelang dibuang ke laut saat puncak Pesona Hoyak Tabuik Piaman 2023 di Pantai Gandoriah, Pariaman, Sumatera Barat, Minggu (30/7/2023). (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/foc.)
Ilustrasi foto udara dua tabuik menjelang dibuang ke laut saat puncak Pesona Hoyak Tabuik Piaman 2023 di Pantai Gandoriah, Pariaman, Sumatera Barat, Minggu (30/7/2023). (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/foc.)

PARIAMAN, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman, Sumatera Barat, menggandeng Telkomsel untuk menghitung jumlah wisatawan yang menghadiri puncak Pesona Budaya Tabuik Piaman 2026 secara digital pada 28 Juni mendatang.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman Ferialdi mengatakan kerja sama tersebut dilakukan untuk memperoleh data kunjungan yang lebih akurat dan objektif dibandingkan metode penghitungan manual yang selama ini digunakan.

“Tahun ini kami bekerja sama dengan Telkomsel untuk mendeteksi pengguna Telkomsel yang masuk ke area puncak kegiatan Tabuik di Pantai Gandoriah,” kata Ferialdi di Pariaman, Rabu.

Menurut dia, Telkomsel dipilih karena memiliki jumlah pelanggan terbesar di wilayah tersebut. Bahkan, sekitar 80 hingga 90 persen pengunjung yang menghadiri prosesi puncak Tabuik, yakni Tabuik Dibuang ka Lauik atau Tabuik Dibuang ke Laut, diperkirakan merupakan pengguna operator tersebut.

Baca Juga  Bawaslu Pariaman Pastikan Lindungi Pelapor Praktik Politik Uang Pilkada 2024

Sementara itu, jumlah pengunjung yang menggunakan operator seluler lain yang diperkirakan mencapai 10 hingga 20 persen akan dihitung secara proporsional untuk menghasilkan estimasi total kunjungan.

Ferialdi menjelaskan selama ini Pemkot Pariaman menggunakan metode manual dengan pendekatan tingkat kepadatan massa di lokasi kegiatan untuk memperkirakan jumlah pengunjung.

Metode tersebut dinilai berpotensi menimbulkan bias karena tidak adanya sistem tiket atau retribusi masuk di Pantai Gandoriah yang menjadi lokasi utama prosesi Tabuik Dibuang ke Laut.

Karena itu, pemanfaatan teknologi digital diharapkan mampu menghadirkan data kunjungan yang lebih terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.

Selain mendukung pendataan pengunjung, Telkomsel juga membantu promosi kegiatan melalui pemasangan baliho di sejumlah daerah di luar Kota Pariaman serta menyediakan fasilitas tenda untuk mendukung pelaksanaan acara.

Baca Juga  Telkomsel Hadirkan 5G Experience Center di Peluncuran Pusat Industri Digital Indonesia 4.0

Di sisi lain, perusahaan telekomunikasi tersebut juga memperkuat jaringan komunikasi selama pelaksanaan Tabuik dengan memasang menara Combat atau jaringan seluler portabel guna mengantisipasi lonjakan trafik komunikasi saat puncak keramaian.

Ferialdi mengatakan Pemkot Pariaman menargetkan sebanyak 300 ribu wisatawan menghadiri seluruh rangkaian Pesona Budaya Tabuik Piaman 2026 yang berlangsung selama 13 hari, mulai 16 hingga 28 Juni.

Khusus pada puncak pelaksanaan Tabuik, jumlah pengunjung ditargetkan mencapai sekitar 200 ribu hingga maksimal 250 ribu orang sesuai kapasitas kawasan Pantai Gandoriah.

Pesona Budaya Tabuik Piaman 2026 kembali masuk dalam agenda Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata. Status tersebut membuat kegiatan budaya tahunan masyarakat Pariaman yang digelar setiap awal Muharam itu kembali memperoleh dukungan dari pemerintah pusat. (rdr/ant)