SIMPANGEMPAT, RADARSUMBAR.COM – Kepolisian Resor (Polres) Pasaman Barat melakukan penanaman pohon di kawasan aliran sungai bekas tambang galian C di Nagari Lingkuang Aua, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, Rabu (24/6/2026).
Kegiatan yang merupakan bagian dari Gerakan Penghijauan Sejuk Asri tersebut diawali dengan zoom meeting bersama Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Gatot Tri Suryanta dari Kota Sawahlunto dengan mengusung tema “Hijaukan Sumbar Kembali”.
Dalam sambutannya, Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Gatot Tri Suryanta mengatakan program penanaman pohon merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung pelestarian lingkungan hidup.
“Program ini sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian lingkungan yang digagas Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk mendorong terciptanya ekosistem hijau dan lingkungan yang sehat di Sumatera Barat,” katanya.
Menurut Kapolda, tugas kepolisian tidak hanya sebatas menjaga keamanan dan menegakkan hukum, tetapi juga mempererat hubungan dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat langsung, termasuk pelestarian lingkungan.
“Melalui program penghijauan ini, kita dapat berkolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat agar kelestarian lingkungan tetap terjaga,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto melalui Kabag Ops Kompol Fahrel Haris mengatakan pihaknya telah menanam sekitar 1.000 pohon di sejumlah wilayah sejak Januari 2026 sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
Penanaman pohon dilakukan secara bertahap di sejumlah lokasi, di antaranya Pantai Sasak di Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, Kecamatan Talamau, dan Kecamatan Luhak Nan Duo.
“Setelah kawasan pesisir pantai dan daerah rawan bencana, hari ini penanaman pohon dilakukan di kawasan aliran Sungai Batang Toman, Kecamatan Pasaman,” katanya.
Fahrel menjelaskan kegiatan penghijauan tersebut terlaksana melalui kerja sama Polres Pasaman Barat dengan Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat serta berbagai elemen masyarakat dalam penyediaan bibit pohon.
Adapun jenis pohon yang ditanam meliputi tanaman penghijauan dan tanaman produktif, seperti durian, alpukat, lengkeng, petai, dan jengkol.
Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus bersinergi dalam menjaga lingkungan, khususnya di kawasan aliran sungai yang terdampak aktivitas penambangan galian C.
“Kami bersama masyarakat akan melakukan reklamasi dan penghijauan di kawasan aliran sungai pascaaktivitas pengambilan material pasir dan sirtu agar lingkungan kembali lestari,” ujarnya. (rdr/dedi)












