HEADLINEPESISIR SELATAN

Bocah 10 Tahun yang Terseret Arus di Pantai Buayo Putiah Ditemukan Meninggal Dunia

×

Bocah 10 Tahun yang Terseret Arus di Pantai Buayo Putiah Ditemukan Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini
Evakuasi korban hanyut di Pantai Buaya Putiah Taratak Surantiah Pessel. (dok. Basarnas Padang)
Evakuasi korban hanyut di Pantai Buaya Putiah Taratak Surantiah Pessel. (dok. Basarnas Padang)

PESSEL, RADARSUMBAR.COM – Tim SAR gabungan akhirnya menemukan Jestra (10), bocah yang terseret arus di kawasan Pantai Buayo Putiah, Nagari Taratak Surantiah, Kabupaten Pesisir Selatan dalam kondisi meninggal dunia, Selasa (12/5/2026).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, Abdul Malik, mengatakan korban ditemukan sekitar pukul 15.15 WIB, berjarak sekitar 4,2 nautical mile (NM) dari lokasi kejadian awal.

“Korban ditemukan pada koordinat 1°36’49.90″S-100°38’17.19″T dalam keadaan meninggal dunia dan langsung dievakuasi ke rumah duka,” ujar Abdul Malik dalam laporan operasi SAR.

Sebelumnya, korban dilaporkan hilang setelah terseret arus saat berenang bersama teman-temannya di pintu muara Pantai Buayo Putiah pada Minggu (10/5/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.

Baca Juga  Pemprov Sumbar Resmi Terapkan Pola Kerja Setiap Jumat ASN Pemprov WFH

Informasi kejadian diterima Basarnas dari Wali Nagari Taratak, Dodi Saputra, pada hari yang sama sekitar pukul 17.13 WIB. Setelah menerima laporan, Tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.

Pada hari ketiga pencarian, operasi SAR dilanjutkan mulai pukul 07.30 WIB dengan area pencarian seluas sekitar 0,5 kilometer persegi dan dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU).

Dalam proses pencarian, tim menghadapi kendala berupa keberadaan buaya muara di sekitar lokasi pencarian. Meski demikian, operasi tetap berjalan dengan kondisi cuaca cerah berawan.

Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, di antaranya Basarnas, BPBD, Polsek Sutera, Koramil, pihak Kecamatan Sutera, Kenagarian Taratak, serta masyarakat setempat.

Baca Juga  Dikejar Degradasi, Semen Padang FC Tak Punya Ruang untuk Gagal

Setelah korban ditemukan, pada pukul 16.20 WIB dilakukan debriefing dan seluruh unsur yang terlibat kembali ke kesatuan masing-masing. Operasi SAR selanjutnya diusulkan untuk ditutup. (rdr)