BOLA, RADARSUMBAR.COM – Semen Padang FC tetap menjaga performa para pemain selama masa libur Hari Raya Idulfitri. Tim berjuluk Kabau Sirah itu memberi perhatian khusus pada kebugaran fisik pemain di tengah jeda kompetisi BRI Super League 2025/2026.
Pelatih kepala Imran Nahumarury menegaskan pentingnya menjaga kondisi fisik pemain agar tetap siap menghadapi sembilan laga tersisa musim ini.
“Kami sudah diskusi dengan staf pelatih soal kegiatan para pemain selama libur Idulfitri. Pelatih fisik telah menyusun program, dan pemain harus disiplin menjalankannya,” ujar Imran.
Program latihan mandiri yang diberikan kepada pemain, termasuk Irsyad Maulana dan rekan-rekannya, difokuskan pada peningkatan kekuatan (strength) dan daya tahan (endurance). Menurut Imran, aspek tersebut menjadi krusial mengingat ketatnya persaingan di sisa kompetisi.
“Program ditekankan pada ketahanan dan kekuatan fisik. Saya yakin sebagai pemain profesional mereka paham apa yang harus dilakukan selama latihan mandiri,” tambahnya.
Saat ini, Semen Padang FC masih berada di peringkat ke-17 klasemen sementara dengan koleksi 20 poin. Kabau Sirah masih memiliki peluang untuk keluar dari zona degradasi, bersaing dengan sejumlah tim seperti PSM, Persijap, Persis, Madura United, dan PSBS.
Meski demikian, tren positif mulai terlihat. Dalam dua laga terakhir, Semen Padang meraih kemenangan 2-0 atas PSBS dan bermain imbang 0-0 kontra PSIM.
Selanjutnya, Semen Padang FC dijadwalkan menjamu Persib Bandung di Stadion Haji Agus Salim pada 5 April mendatang. Laga tersebut diprediksi menjadi ujian penting bagi Kabau Sirah dalam upaya menjauh dari zona degradasi.
Sebelumnya, persaingan di papan bawah BRI Super League 2025/26 semakin memanas dan belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda dan jarak antar tim yang berada di zona tersebut sangat dekat.
Berdasarkan klasemen terbaru, sejumlah tim masih terjebak dalam perebutan posisi aman dari degradasi, termasuk Semen Padang FC yang kini berada di zona merah.
Hingga pekan ke-25, Semen Padang FC menempati peringkat ke-17 dengan koleksi 20 poin. Kabau Sirah hanya terpaut tipis dari tim-tim di atasnya, seperti Persis Solo dan Madura United FC yang sama-sama mengoleksi 20 poin, serta Persijap Jepara dengan 21 poin di posisi ke-14.
Di dasar klasemen, PSBS Biak menguntit dengan 18 poin. Sementara itu, PSM Makassar yang berada di peringkat ke-13 dengan 24 poin juga belum sepenuhnya aman dari ancaman degradasi.
Tipisnya selisih poin membuat persaingan di papan bawah menjadi sangat ketat. Satu kemenangan saja dapat mengangkat posisi tim hingga beberapa tingkat, sementara satu kekalahan bisa langsung menyeret tim kembali ke zona degradasi.
Kondisi ini menjadi tantangan berat bagi Semen Padang FC. Selain berada di posisi kritis, tim juga memiliki selisih gol yang cukup buruk, yakni minus 20, yang berpotensi menjadi penentu jika terjadi kesamaan poin di akhir musim.
Tidak hanya itu, performa tim juga belum konsisten dalam beberapa pekan terakhir. Tren negatif yang dialami membuat tekanan semakin besar, baik dari sisi teknis maupun mental para pemain. (rdr)












