JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah melalui Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) menegaskan komitmen melakukan transformasi dan restrukturisasi besar-besaran dengan memangkas jumlah perusahaan dalam ekosistem BUMN dari 1.077 menjadi sekitar 200–300 entitas.
Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, mengatakan langkah tersebut dilakukan melalui asesmen menyeluruh yang mencakup global benchmark, potensi pasar, serta kapabilitas internal perusahaan.
“Kita melakukan asesmen mendalam melalui empat tahapan, mulai dari global benchmark, potensi pasar, hingga kapabilitas internal,” ujar Dony dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis.
Transformasi ini sejalan dengan pembentukan Sovereign Wealth Fund Danantara yang akan mengonsolidasikan aset negara agar lebih terarah dan berdaya saing global.
Dari hasil evaluasi, BP BUMN membagi perusahaan ke dalam empat kategori utama, yakni likuidasi, divestasi, konsolidasi, dan pengembangan.
Likuidasi ditujukan bagi perusahaan dengan beban utang jauh melebihi aset serta tidak memiliki daya saing. Sementara divestasi dilakukan pada perusahaan berskala kecil yang berada di luar bisnis inti.
Adapun konsolidasi dilakukan dengan menggabungkan perusahaan berdasarkan sektor industri, seperti logistik, rumah sakit, dan perhotelan, guna menciptakan skala ekonomi yang lebih besar.
Sementara itu, pengembangan difokuskan pada BUMN strategis yang menjadi tulang punggung ekonomi dan pertahanan nasional.
Selain perampingan, pemerintah juga mengubah paradigma hubungan antar-BUMN. Istilah “sinergi BUMN” kini diganti menjadi kewajiban penggunaan layanan antarperusahaan BUMN.
“Sekarang bukan lagi sinergi, tetapi wajib menggunakan perusahaan BUMN,” kata Dony.
Ia mencontohkan pada sektor industri pertahanan, seperti PT PAL, PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia, dan PT LEN Industri, yang harus didukung penuh oleh BUMN lain.
Dony menegaskan, BUMN seperti Pelni, ASDP, dan Pertamina International Shipping diwajibkan membangun kapal di PT PAL sebagai bentuk keberpihakan untuk memperkuat industri dalam negeri dan mendorong transfer teknologi. (rdr/ant)












