AROSUKA, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok, Sumatera Barat, mendorong integrasi pertanian dan pariwisata di Nagari Alahan Panjang untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.
Wakil Bupati Solok, Candra, mengapresiasi produktivitas pertanian di wilayah selatan, khususnya Kecamatan Lembah Gumanti, yang dinilai memiliki prospek ekonomi menjanjikan.
“Wilayah ini ibarat berada di lorong ‘gudang pitih’, dikelilingi hamparan tanaman bawang produktif. Sektor pertanian menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat, apalagi dengan teknologi pertanian modern yang memungkinkan panen berkelanjutan,” ujar Candra saat mengunjungi perkebunan bawang merah di Alahan Panjang, Jumat (3/4/2026).
Kabupaten Solok kini menjadi salah satu sentra produksi bawang merah terbesar di Indonesia, menempati posisi kedua setelah Brebes. Potensi ini dinilai strategis untuk terus dikembangkan, baik dari sisi produksi maupun hilirisasi.
Candra menekankan, langkah ini sejalan dengan dorongan nasional untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang usaha baru di sektor agribisnis. Meski panen terakhir sempat terdampak cuaca ekstrem, hasil yang diperoleh tetap baik.
“Ke depan, dengan dukungan cuaca lebih bersahabat dan teknologi tepat, potensi hasil panen tentu dapat lebih maksimal,” ujarnya.
Wabup Candra berharap geliat pertanian ini menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk lebih aktif di sektor produktif, sekaligus melirik pertanian sebagai peluang investasi menjanjikan.
Selain itu, Alahan Panjang kini juga menjadi destinasi wisata yang semakin diminati. Terletak di dataran tinggi dengan udara sejuk, kawasan ini menawarkan hamparan kebun teh, perbukitan hijau, dan danau yang menenangkan. Fasilitas wisata yang terus berkembang serta akses jalan yang semakin baik mendukung peningkatan jumlah pengunjung.
Candra menegaskan, memperkuat sinergi antara pertanian dan pariwisata menjadi pilar utama pembangunan ekonomi daerah, khususnya di kawasan selatan Kabupaten Solok. (rdr/ant)












