AROSUKA, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok, Sumatera Barat, membentuk tim percepatan pembebasan lahan guna mendukung pelebaran jalan nasional di kawasan Jembatan Kutianyie, Nagari Surian. Langkah tersebut dilakukan untuk menekan risiko kecelakaan di jalur yang dikenal rawan kecelakaan itu.
Wakil Bupati Solok, Candra, mengatakan pembentukan tim merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam membantu Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat menyelesaikan persoalan yang sudah lama terjadi di lokasi tersebut.
“Kami sudah menggelar rapat koordinasi dan membentuk tim percepatan pembebasan lahan masyarakat di lokasi itu. Ini bagian dari upaya membantu balai jalan nasional dalam percepatan penyelesaian persoalan yang ada,” kata Candra di Solok, Minggu.
Menurutnya, proses pembebasan lahan tidak dapat dilakukan secara terburu-buru karena harus mengikuti mekanisme dan aturan penggunaan keuangan negara.
Saat ini, tim yang dibentuk tengah melakukan kajian serta berkonsultasi dengan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) untuk menentukan nilai ganti rugi lahan sesuai regulasi yang berlaku.
“Tentu ada tahapan dan mekanisme yang harus dilalui karena ini menyangkut uang negara. Tim sedang bekerja melakukan kajian dan konsultasi terkait harga yang sesuai regulasi,” ujarnya.
Candra menegaskan, secara kewenangan ruas jalan tersebut berada di bawah tanggung jawab Balai Jalan Nasional karena berstatus jalan nasional. Meski demikian, Pemkab Solok siap membantu percepatan penyelesaian demi keselamatan masyarakat.
“Atas nama kemanusiaan dan keselamatan pengguna jalan, kami siap membantu percepatan penyelesaian ini bersama pemerintah provinsi dan balai jalan nasional,” katanya.
Sementara itu, Dinas Perhubungan Kabupaten Solok telah mengambil langkah sementara untuk meminimalkan risiko kecelakaan di lokasi. Sejak Selasa (19/5), tim teknis Dishub diterjunkan untuk memasang lampu penerangan jalan dan road barrier di sekitar tikungan dan area jembatan.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Solok, Muhammad Djoni, mengatakan pemasangan fasilitas tersebut dilakukan guna meningkatkan keselamatan pengguna jalan, terutama pada malam hari.
“Kami sudah mengerahkan tim teknis untuk pemasangan lampu jalan dan road barrier sebagai langkah cepat sementara agar titik tersebut lebih aman dilalui masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Dishub juga akan mengevaluasi kebutuhan rambu tambahan serta penguatan sistem keselamatan jalan di kawasan tersebut.
Diketahui, ruas jalan di kawasan Jembatan Kutianyie selama ini dikenal rawan kecelakaan akibat tikungan tajam dan penyempitan badan jalan yang dipicu belum tuntasnya pembebasan lahan.
Bahkan, sebelum kecelakaan yang dialami Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, dilaporkan telah terjadi beberapa kecelakaan lain di lokasi yang sama. (rdr/ant)












