PAINAN, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat, segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) Distribusi Jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) Tertentu guna memastikan penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran.
Asisten II Setdakab Pesisir Selatan, Hadi Susilo, mengatakan pembentukan Satgas tersebut merupakan tindak lanjut hasil rapat bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Pertamina Patra Niaga, dan aparat penegak hukum di Padang pada Kamis (4/6/2026).
“Ya, dalam waktu dekat segera kami bentuk Satgas,” kata Hadi di Painan, Senin (8/6/2026).
Menurut Hadi, dalam rapat tersebut terungkap sejumlah modus penyelewengan BBM bersubsidi yang masih terjadi di lapangan. Di antaranya pembelian BBM menggunakan tangki kendaraan yang telah dimodifikasi, penyalahgunaan barcode, termasuk barcode nelayan, penggunaan kendaraan berkaca gelap untuk mengelabui petugas SPBU, hingga kendaraan yang tidak beroperasi normal dan ditarik untuk memperoleh BBM bersubsidi.
Sepanjang 2026, kuota BBM bersubsidi untuk Kabupaten Pesisir Selatan tercatat sebanyak 24.255 kiloliter. Hingga saat ini, realisasi penyalurannya telah mencapai sekitar 92 persen atau sekitar 21 ribu kiloliter.
“Meski demikian, Pertamina Patra Niaga tetap berupaya menambah kuota BBM bersubsidi untuk Sumatera Barat,” ujarnya.
Hadi menegaskan pembentukan Satgas sangat penting untuk menjaga ketersediaan BBM bersubsidi sekaligus memastikan penyalurannya tepat sasaran.
Menurutnya, apabila distribusi BBM bersubsidi tidak diawasi dengan baik, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu rantai distribusi barang dan berpotensi memicu kenaikan harga kebutuhan masyarakat, terutama komoditas yang didatangkan dari luar daerah.
“Satgas nanti diketuai oleh Sekda di masing-masing daerah,” tutupnya. (rdr/teddy)












