BUKITTINGGI, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, menggelar Bukittinggi East Film Festival (BEFF) 2026 sebagai bagian dari rangkaian peringatan 100 tahun Jam Gadang. Festival film yang berlangsung hingga Jumat (19/6) itu menghadirkan karya sineas dari Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.
Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Jam Gadang tersebut juga menayangkan sejumlah film karya tokoh perfilman Indonesia, termasuk Usmar Ismail dan Riri Riza.
Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias mengatakan festival film tersebut tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga media edukasi dan pelestarian budaya bagi masyarakat.
“Film tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga tuntunan. Melalui BEFF, masyarakat dapat menikmati karya yang sarat nilai seni, budaya, dan pendidikan,” kata Ramlan Nurmatias, Selasa (16/6).
Menurut dia, penyelenggaraan BEFF menjadi bagian penting dalam peringatan satu abad Jam Gadang yang selama ini menjadi ikon wisata dan sejarah Kota Bukittinggi.
Ramlan berharap kegiatan tersebut dapat mendorong kebangkitan industri perfilman di daerah sekaligus membuka ruang bagi pengembangan karya-karya yang mengangkat sejarah, perjuangan, pendidikan, dan budaya lokal.
“Kota Bukittinggi memiliki banyak potensi sejarah, perjuangan, pendidikan, dan budaya yang layak diangkat menjadi karya film,” ujarnya.
Selain itu, Pemerintah Kota Bukittinggi juga terus berupaya menghadirkan kembali fasilitas bioskop sebagai sarana pendukung industri kreatif dan hiburan masyarakat.
Selama pelaksanaan BEFF 2026, sejumlah film yang ditayangkan antara lain “Yasmine” dari Brunei Darussalam, “Harimau Tjampa”, “Negeri 5 Menara”, dan “Kulari ke Pantai” dari Indonesia, serta “Mencari Hajar” dari Singapura dan “Raja Melewar” dari Malaysia.
Melalui festival ini, Pemkot Bukittinggi berharap dapat memperkuat posisi kota tersebut sebagai pusat kegiatan seni dan budaya di Sumatera Barat, sekaligus memperluas apresiasi masyarakat terhadap karya perfilman Asia Tenggara. (rdr/ant)












